Saturday, 16 May 2015

Laporan Gerak Jatuh Bebas



GERAK JATUH BEBAS


A.    Tujuan
Mahasiswa diharapkan untuk dapat menentukan percepatan bola pada gerak jatuh bebas

B.     Dasar Teori
Pada abad ke-4 sebelum masehi, Aristoteles mengemukakan bahwa objek yang berat akan jatuh lebih cepat daripada objek yang ringan, yang sebanding dengan beratnya. Sembilan belas abad kemudian, Galileo berargumentasi bahwa benda seharusnya jatuh dengan percepatan ke bawah yang konstan dan tidak tergantung pada beratnya. Galileo bereksperimen dengan cara menjatuhkan peluru dan bola meriam dari puncak menara miring Pisa. Menurut beberapa cerita, Galileo menemukan bahwa kedua beban itu menghantam tanah pada waktu yang kiar-kira sama.
Gerak benda-benda jatuh sejak saat itu sudah dipelajari dengan tingkat presisi yang tinggi. Jika efek dari udara dapat diabaikan. Galileo benar; semua benda yang jatuh dari tempat tertentu akan mempunyai percepatan ke bawah yang sama, tidak tergantung ukuran atau beratnya. Jika jarak jatuhnya lebih pendek dibandingkan jari-jari bumi, percepatannya konstan. Saat digunakan model ideal dimana kita abaikan efek dari udara, rotasi bumi, dan berkurangnya percepatan dengan bertambahnya ketinggian. Hal ini kita katakan sebagai gerak idealisasi jatuh bebas.
Percepatan konstan untuk benda ajtuh bebas dinamakan percepatan akibat gravitasi (acceleration due to gravity), dan besarnya dilambangkan dengan huruf g. Di dekat atau tepat pada permukaan bumi nilai g mendekati 9,8 m/s2, 980 cm/s2 atau 32 ft/s2. Nilai yang tepat bervariasi tergantung lokasinya, jika kita akan sering memberikan nilai g di permukaan bumi hanya sampai dua angka penting. Karena g adalah magnitudo dari suatu besaran vektor, g selalu mempunyai nilai positif. Pada permukaan bulan percepatan akibat gravitasi lebih disebabkan oleh gaya tarik dari bulan dibanding bumi, dan g = 1,6 m/s2. Di dekat permukaan matahari g = 270 m/s2.
Besaran “g” kadang-kadang untuk mudahnya disebut saja “berat” disamping “gaya berat” tetapi keduanya sebenarnya tidak tepat. “Berat” adalah suatu fenomena dan “gaya berat” berarti gaya tarik bumi terhadap suatu benda, atau juga disebut berat benda itu. Huruf “g” menyatakan percepatan yang disebabkan oleh gaya yang ditimbulkan fenomena berat.
Gerak Jatuh Bebas (GJB) termasuk dalam GLBB, hanya saja benda bergerak karena dijatuhkan ke bawah dengan kecepatan awal nol (bukan dilempar ke bawah). Dalam kasus ini percepatan yang bekerja adalah percepatan gravitasi bumi (g), sehingga persamaannya dapat dimodifikasi menjadi persamaan berikut:

Vt  = gt                        h =  gt2              Vt2 = 2 g h

Contoh dari GJB adalah sebuah apel yang jatuh dari ketinggian pohon. Apel yang jatuh tentu tanpa kecepatan awal. Ia jatuh semata-mata karena percepatan gravitasi bumi.
Pada foto multiflash sebuah bola golf yang jatuh bebas. Foto ini diambil dengan memakai sumber cahaya stroboskopik kecepatan ultra tinggi yang diciptakan oleh Dr. Harold E. Edgerton dari Massachusetts Intitute of Technology. Dengan memakai sumber cahaya demikian dapatlah ditimbulkan sederetan kilatan cahaya yang terang sekali. Selang waktu antara dua kilatan cahaya yang terang sekali, berturut-turut dapat diatur sekehendak kita, dan tiap kilatan demikian singkatnya (hanya beberapa per-juta sekon) sehingga gambar foto dari benda yang bergerak sangat cepat sekalipun tidak akan “goyang” kelihatannya. Penutup kamera terus terbuka selama bola itu jatuh, dan pada saat setiap kilatan, posisi bola pada saat itu direkam oleh film.
Kilatan-kilatan cahaya yang timbul beraturan itu membagi gerak bola ke dalam selang-selang waktu  yang sama rata. Oleh karena selang-selang waktu itu sama, maka kecepatan bola di antara setiap dua kilatan berbanding langsung (propotional) dengan jarak antara bayangan-bayangan yang bersangkutan dalam foto. Apabila kecepatan itu konstan, maka jarak antara tiap-tiap bayangan bola akan sama. Makin bertambah jarak antara bayangan-bayangan bola selama jatuhnya, bararti makin bertambah kecepatannya, jadi jarak itu mempunyai percepatan. Perubahan kecepatan selama suatu selang waktu dapat ditentukan dengan membandingkan jarak antara dua bayangan bola dengan jarak berikutnya. Kalau diukur dengan teliti, lebih baik pada foto yang sudah diperbesar, akan ternyata bahwa perubahan kecepatan ini tidak bebeda dalam tiap selang waktu. Dengan perkataan lain, gerak tersebut adalah gerak dengan percepatan konstan.
Fakta bahwa sebuah bola bergerak secara horizontal ketika jatuh bebas tidak memberikan pengaruh pada gerak vertikalnya. Oleh karena itu, gerak horizontal dan vertikal tidak bergantung satu sama lain. Pada setiap waktu t, perpindahan horizontal   dari posisi awal x0 diberikan oleh persamaan dengan = 0 atau bisa ditulis sebagai :
           

Gerak vertikal ialah gerak untuk partikel pada gerak jatuh bebas, percepatan konstan
          
Kecepatan awal pada sumbu vertikal  diganti dengan  yang ekuivalen
Kelajuan benda ketika mencapai bumi pada gerakm jatuh bebas sama dengan kelajuan yang diperlukan untuk melempar benda tersebut dari bumi ketinggian h yang sama. Untuk membuktikan pernyataan ini dapat menggunakan rumus
dengan mengganti s dengan h maka diperoleh
     Ketika benda dijatuhkan maka  dan  sehingga diperoleh rumus
Persamaan lain untuk gerak jatuh bebas, yakni :
t
     
2

Untuk percepatan jatuh bebas diambil  dan  dipilih . Bila tidak ada gesekan udara, setiap benda bagaimanapun ukuran dan berapapun beratnya, jatuhnya di titik yang sama di permukaan bumi akan terjadi dengan kecepatan yang titik berbeda. Apabila jarak jatuhnya tidak terlalu besar, percepatannya akan tetap konstan selam jatuh. Efek gesekan udara dan berkurangnya percepatan akibat tinggi diabaikan. Gerak seperti inilah yang disebut gerak jatuh bebas.














C.    Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Dasar statif                                                                       1 unit
b.      Batang statif                                                                    1 unit
c.       Magnet pemegang bola logam                                         1 unit
d.      Timer counter                                                                   1 unit
e.       Gerbang cahaya                                                               2 unit
f.       Kabel penghubung                                                           4 unit
g.      Plumb bob                                                                        1 unit
2.      Bahan
a.       Bola logam                                                                       1 buah


















D.    Prosedur Kerja
1.      Disusun alat percobaan sebagai berikut
IMG_20141227_181055.JPG
2.      Dihidupkan timer counter.
3.      Ditekan tombol FUNCTION pada timer counter beberapa kali sehingga pewaktu berada pada fungsi Gravity Acceleration. Timer counter berada pada fungsi Gravity Acceleration ditunjukkan oleh nyala merah lampu indikator LED. Pada keadaan ini, timer counter juga akan menyalakan fungsi E.MAGNET yang ditunjukkan oleh nyala merah indikator LED.
4.      Dipasang bola logam pada magnet pemegang bola logam.
5.      Ditekan tombol E.MAGNET pada timer counter dan diamati apa yang terjadi pada bola logam
6.      Dibaca hasil pengukuran waktu pada timer counter. Timer akan menampilkan waktu tempuh bola ke gerbang cahaya 1 dan 2 secara berurutan. Dimasukkan hasil pengukuran ke dalam tabel.
7.      Dihitung percepatan gerak jatuh bebas menggunakan persamaan
8.      Diubah ketinggian untuk beberapa kali percobaan dengan langkah yang sama.
E.                 Data dan Perhitungan

NST mistar                  =
KTP mistar                  =
NST timer counter      =
KTP timer counter      =
Tabel Data
No.

Waktu  
Waktu  
Percepatan (
1.
0,1500±0,0025
0,14660±0,00001
0,23020±0,00001
9,67±0,15
2.
0,1500±0,0025
0,14610±0,00001
0,22980±0,00001
9,67±0,15
3.
0,1500±0,0025
0,14550±0,00001
0,22920±0,00001
9,67±0,15
4.
0,2000±0,0025
0,18060±0,00001
0,27360±0,00001
9,52±0,10
5.
0,2000±0,0025
0,17980±0,00001
0,27290±0,00001
9,52±0,10
6.
0,2000±0,0025
0,18010±0,00001
0,27280±0,00001
9,52±0,10
7.
0,3500±0,0025
0,20970±0,00001
0,32870±0,00001
10,4±0,07
8.
0,3500±0,0025
0,21010±0,00001
0,32890±0,00001
10,9±0,07
9.
0,3500±0,0025
0,20960±0,00001
0,33780±0,00001
9,80±0,07





Perhitungan

1.                  Ketinggian

              
 
 
 
Pelaporan  
               
Rentang kesalahan =   sampai dengan  
                                =   sampai dengan                                                               
                               sampai dengan
Ketidakpastisan relatif
Pelaporan  
           
Perhitungan tunggal
           
 +  +
 +  +
          =
          =
          = 0,15
Pelaporan  
           
Rentang kesalahan =   sampai dengan  
                               =   sampai dengan                                                                              
                              sampai dengan
Ketidakpastian relatif
Pelaporan  
           

2.      Ketinggian  
           
     
                   
 
 
 
Pelaporan  
             
Rentang kesalahan   sampai dengan  
                                 sampai dengan                                                  
                               sampai dengan
Ketidakpastidan relatif       
                                              
Pelaporan  
           
Perhitungan tunggal
           
        
 +  +
 +  +
        =
        =
        = 0,10
Pelaporan            
           
Rentang kesalahan =   sampai dengan  
                   =   sampai dengan                                                                                         
                  sampai dengan
Ketidakpastian relatif
Pelaporan  
           
3.      Ketinggian

                  
           
                  
              
            
 
 
 
Pelaporan  
 
Rentang kesalahan =   sampai dengan  
                               =   sampai dengan                                                               
                              sampai dengan
Ketidakpastidan relatif
                                                           
Pelaporan  
           
Perhitungan tunggal
           
 +  +
 +  +
        =
        =
        = 0,07
Pelapora 
Rentang kesalahan =   sampai dengan  
                               =   sampai dengan
                                   
                              sampai dengan
Ketidakpastidan relative     
Pelaporan  
           





F.     Pembahasan
Pada percobaan gerak jatuh bebas, praktikan diharapkan dapat menentukan percepatan bola pada gerak jatuh bebas. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebuah bola logam. Sebelum melakukan percobaan, praktikan terlebih dahulu harus mengertahui fungsi dari alat-alat yang digunakan. Adapun fungsi dari dasar statif yakni untuk meletakkan batang statif. Batang statif berfungsi untuk menggantungkan gerbang cahaya. Gerbang cahaya yang berfungsi untuk menangkap bayangan dari bola logam. Bola logam ditempelkan pada magnet pemegang bola logam. Magnet pemegang bola logam sendiri berfungsi untuk memegang bola logam. Timer counter berfungsi untuk membaca waktu tempuh bola logam yang lepas dari magnet pemegang bola logam melalui gerbang cahaya 1 ke gerbang cahaya 2. Agar timer counter dapat membaca waktu tempuh tersebut dengan maksimal, pada saat menjatuhkan bola, lintasan yang dilalui bola harus lurus dengan cara menggunakan bantuan dari plumb bob. Plumb bob berfungsi untuk mencegah tejadinya kegagalan dalam percobaan akibat lintasan yang dilalui tidak lurus dan menabrak salah satu gerbang cahaya.
Dalam percobaan gerak jatuh bebas ini, bola logam yang telah dijatuhkan, dibaca waktu tempuhnya pada timer counter. Kemudian dihitung percepatan gravitasinya dan diperolah percepatan gravitasi pada ketinggian 0,15 m sebesar  9 m/s2­­­; 9,1 m/s2; dan 9,2 m/s2. Ketinggian 0,2 m sebesar 8,7 m/s2; 8,9 m/s2; dan 8,7 m/s2. Dan untuk percobaan ketiga dengan ketinggian 0,35 m diperoleh percepatan gravitasi sebesar 9,2 m/s2; 9,3 m/s2; dan 9,2 m/s2. Pada percobaan kali ini dapat dilihat bahwa percepatan gravitasi yang diperoleh dari 3 kali percobaan pada akhirnya hampir mendekati percepatan gravitasi yang sebenarnya.
Pada saat melakukan percobaan, kesalahan mungkin saja terjadi. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal yaitu pada saat pemasangan gerbang cahaya yang tidak sejajar, dan kesalahan prosedur kerja. Dan hal ini akan menghambat diperolehnya percepatan gravitasi yang tepat. Oleh karena itu, data yang diperolah dari 3 percobaan terdapat ketidakpastian atau ketidaksesuaian dengan nilai ketetapan gravitasi yaitu 9,8 m/s2.
Gerak jatuh bebas pada bola dipengaruhi oleh gaya gesekan udara. Hambatan  atau gesekan udara sangat mempengaruhi gerrak jatuh bebas karena semua benda akan jatuh dengan percepatan yang sama apabila tidak ada udara atau hambatan lainnya. Semua benda berat atau ringan, jatuh dengan percepatan yang sama. Udara berperan sebagai hambatan untuk benda yang sangat memiliki permukaan yang luas. Sebuah benda yang jatuh dari keadaan diam, jarak yang ditempuh akan sebanding dengan kuadrat waktu. Pada suatu lokasi tertentu dibumi dan dengan tidak adanya hambabtan udara, semua benda akan jatuh dengan percepatan konstan yang sama. Percepatan ini sebagai percepatan yang disebabkan oleh gravitasi  pada bumi (g).
Hal yang sama seperti yang kita ketahui bahwa gerak jatuh bebas merupakan salah satu contoh umum darri gerak lurus berubah beraturan. Jika kita amati secara sepintas, benda yang mengalami gerak jatuh bebas seolah-olah memiliki kecepatan yang tetap atau dengan kata lain benda tersebut tidak mengalami percepatan tetap. Alasan ini menyebabkan gerak jatuh bebas termasuk dalam contoh umum  gerak lurus berubah beraturan (GLBB).
Dengan demikian, perrcepatan benda jatuh bebas bergantung pada ketinggian atau kedudukan benda terhadap permukaan tanah. Di samping itu percepatan atau pertambahan kecepatan benda saat jatuh bebas, bergantung pada lamanya waktu. Benda yang kedudukannya lebih rendah terhadap permukaan tanah dibandingkan dengan benda yang memiliki kedudukan lebih tinggi akan memerlukan waktu lebih cepat untuk sampai ke permukaan tanah.



G.    Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan mengenai gerak jatuh bebas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Gerak jatuh bebas adalah gerak suatu benda yang dijatuhkan dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal dan percepatan sama dengan percepatan gravitasi.
2.      Perbedaan percepatan gerak jatuh bebas dipengaruhi oleh ketinggian gerbang cahaya, waktu tempuh bola dan juga gesekan udara     yang menyebabkan hassil percepatannya hampir mendekati percepatan gravitasi yang telah ditetapkan sebesar 9,8 m/s2.
3.      Dengan menggunakan persamaan:
             g = 2 (h2-h1)
                      t22-t12
diperoleh percepatan gerak jatuh bebas pada bola logam yang dijatuhkan melalui gerbang cahaya 1 ke gerbang cahaya 2 pada ketinggian 0,15 m sebesar 9,0 m/s2; 9,1 m/s2; dan 9,2 m/s2. Pada ketinggian 0,2 m diperoleh sebesar 8,7 m/s2; 8,9 m/s2; dan 8,7 m/s2. Serta pada ketinggian 0,35 m diperoleh sebesar 9,2 m/s2; 9,3 m/s2; dan 9,2 m/s2.






DAFTAR PUSTAKA



Daryanto. 1992. Fisika Teknik. Hal. 77,80,81. Rineka Cipta. Jakarta

Halliday. 2006. Fisika Dasar Jilid 1. Hal 30. Erlangga. Jakarta

Ishaq, Mohammad. 2003. Fisika Edisi 3. Hal 32. Erlangga. Jakarta

Lefferty, Petter. 2003. Gaya dan Gerak. Hal 24. Balai Pustaka. Jakarta

Young dan Freedman. 2006. Fisika Universitas. Hal 46. Erlangga. Jakarta